CANCEL CULTURE SEBAGAI TANTANGAN IMPLEMENTASI NILAI KEMANUSIAAN DALAM PANCASILA
Keywords:
cancel culture, nilai kemanusiaan, Pancasila, etika bermedia sosial, literasi digitalAbstract
Fenomena cancel culture di ruang digital semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan masyarakat. Praktik ini muncul sebagai bentuk respons publik terhadap perilaku yang dianggap melanggar norma sosial, namun dalam banyak kasus berkembang menjadi penghakiman massal, perundungan digital, serta polarisasi yang berpotensi merugikan individu maupun kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena cancel culture sebagai salah satu tantangan dalam implementasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam perspektif Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui penelaahan berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik cancel culture tidak selalu mencerminkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab karena sering dilakukan melalui penghakiman publik secara masif tanpa mempertimbangkan prinsip empati, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi di ruang digital menjadi penting agar kebebasan berekspresi tetap disertai dengan etika bermedia sosial dan tanggung jawab dalam menyampaikan kritik. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan literasi digital serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghormatan terhadap martabat manusia dalam komunikasi digital.










