PROBLEMATIKA INTEGRASI SASTRA ANAK DAN EVALUASI HOLISTIK DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR

Authors

  • Johan Berkat Tubesta Lase Universitas Negeri Medan Author
  • Eprimsa Ananta Sembiring Universitas Negeri Medan Author
  • Nomensius P.T.Y Purba Universitas Negeri Medan Author
  • David Syahputra Sitepu Universitas Negeri Medan Author

Keywords:

sastra anak, evaluasi holistik, bahan ajar, Bahasa Indonesia, Kurikulum Merdeka

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar membawa perubahan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan mendukung penguatan literasi. Salah satu pendekatan yang memiliki potensi besar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah integrasi sastra anak, karena karya sastra dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, imajinasi, kreativitas, serta pembentukan karakter siswa. Namun, penerapan integrasi sastra anak dalam bahan ajar masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama dalam pemilihan teks sastra yang sesuai dengan perkembangan anak, keterbatasan kompetensi guru, serta sistem evaluasi pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi aspek kognitif, afektif, dan keterampilan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai problematika integrasi sastra anak dan evaluasi holistik dalam pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis terhadap berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, interpretasi, dan sintesis terhadap hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sastra anak dalam bahan ajar Bahasa Indonesia memiliki peluang besar dalam meningkatkan literasi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan karakter peserta didik. Namun, efektivitas implementasinya masih dipengaruhi oleh kualitas bahan ajar, pemahaman guru terhadap sastra anak, serta penerapan evaluasi yang mampu mengukur perkembangan siswa secara holistik. Evaluasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka perlu dikembangkan tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga mencakup aspek sikap, keterampilan, apresiasi sastra, dan pengalaman belajar siswa. Dengan demikian, diperlukan pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis sastra anak yang didukung oleh sistem evaluasi holistik agar mampu mewujudkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.

 

Downloads

Published

2026-06-01

Issue

Section

Articles