PEMBELAJARAN IPA YANG TERFRAGMENTASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TRANSFER BELAJAR: STUDI LITERATUR PSIKOLOGI KOGNITIF
Keywords:
pembelajaran IPA terfragmentasi, transfer belajar, psikologi kognitif, SLR, pembelajaran inovatifAbstract
Pembelajaran IPA sering terfragmentasi, dengan konsep diajarkan secara terpisah tanpa penekanan hubungan antar-materi dan penerapannya di konteks baru, sehingga menghambat transfer belajar—kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan ke situasi berbeda—sebagaimana dijelaskan dalam psikologi kognitif. Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 10 artikel jurnal relevan dari Google Scholar (2021–2026) berdasarkan kata kunci “Pembelajaran IPA yang Terfragmentasi”. Hasil menunjukkan pendekatan terfragmentasi membatasi pemahaman mendalam dan transfer pengetahuan. Sebaliknya, strategi inovatif seperti media interaktif (video, Pop-Up Book), model berbasis siswa (PjBL, PBL, discovery learning, CRH), pendekatan berdiferensiasi, dan evaluasi teknologi (Kahoot, Quizizz) terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, berpikir kritis, kreativitas, serta hasil belajar (kognitif, afektif, psikomotorik). Implikasinya, pembelajaran IPA perlu beralih ke pendekatan terintegrasi dan kontekstual guna mengoptimalkan transfer belajar serta mendukung keterampilan abad ke-21.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rangga Hermawan Hutagalung, Gea Ditha Ramadhani, Arif Hidayat (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.











